Jumat, 31 Mei 2013

1 Ramadhan 1434 H Jatuh pada 9 Juli 2013 M (Muhammadiyah)

Wartadakwah.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan penetapan awal Ramadhan, hari raya idul Fitri, dan Idul Adha. Hal itu tertuang dalam maklumat Nomor 04/MLM/I.0 /E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah 1434 Hijriyah.
Seperti dilansir Fimadani, Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengumumkan hasil hisab awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1434 H adalah sebagai berikut:

1 Ramadhan 1434 Hijriyah jatuh pada hari Selasa Wage, 9 Juli 2013 Masehi.
1 Syawal 1434 Hijriyah jatuh pada hari Kamis Wage, 8 Agustus 2013 Masehi.
1 Zulhijah 1434 Hijriyah jatuh pada hari Ahad Pon 6 Oktober 2013 Masehi.
Hari Arafah (9 zulhij ah 1434 H) hari Senin Legi, 14 Oktober 2013 Masehi.
Idul Adha (10 Zulhijah 1434 H) hari Selasa Pahing, 15 Oktober 2013 Masehi.

Dalam maklumat bertanggal 23 Mei 2013 M dan ditandatangani Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, M.A tersebut disampaikan untuk menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya. [IK/Fmd]

Rabu, 29 Mei 2013

Surat Perintah Mesum ini Gemparkan Bandung

Wartadakwah.com - Masyarakat Bandung digemparkan dengan beredarnya surat perintah untuk mengikuti ritual seks bebas. Surat perintah bernomor 041/019-C-Kapuserda itu berkop Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kota Bandung, lengkap dengan tanda tangan kepala dan stempel kantor.
Berdasarkan surat perintah itu, PNS yang namanya tercantum diwajibkan melaksanakan tugas mengikuti ritual seks bebas di dalam “misa hitam” sesuai dengan jadwal dan lokasi yang telah ditentukan kalender ritual 2013.

Pada lampiran surat, tertulis sepuluh nama PNS yang ditugaskan, lengkap dengan Nomor Induk Pegawai (NIP), jabatan, dan pasangan seks bebasnya.

Merasa tidak membuat surat itu, Kepala Perpusda Muhamad Anwar kemudian langsung melaporkan beredarnya surat tersebut kepada pihak kepolisian. "Surat tersebut palsu. Saya tak pernah membuat, menandatangani, apalagi menyetujui adanya tindakan tersebut," ujar Anwar di Kota Bandung, Rabu (29/5), seperti dikutip liputan6.com.

Anwar menyatakan, surat perintah yang berisi melakukan ritual seks di tempat tertentu, lengkap dengan kop surat instansinya yang dia pimpin merupakan fitnah yang dilakukan oleh pihak tertentu. [AM/Lpt/Isp/bsb]

Film Sang Kiai Diputar Serentak Hari Ini

Wartadakwah.com - Film Sang Kiai mulai diputar serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia hari ini (30/5). Film yang disutradarai Rako Prijanto ini mengangkat kisah seorang pejuang kemerdekaan sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari.

Dalam film Sang Kiai dikisahkan pendudukan Jepang yang ternyata tidak lebih baik dari Belanda. Jepang bahkan memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Sekerei (menghormat kepada Matahari). KH Hasyim Asyari sebagai ulama besar menolak untuk melakukan Sekerei, karena tindakan itu menyimpang dari aqidah Islam. Sedangkan Islam hanya menyembah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap Sang Kiai.


Di Film Sang Kiai juga dikisahkan bagaimana KH Hasyim Asyari mengeluarkan resolusi jihad pada saat Sekutu mulai datang kembali pasca kekalahan Jepang. Resolusi Jihad yang dikumandangkan para ulama mendorong para santri dan penduduk Surabaya berduyun duyun tanpa rasa takut melawan sekutu di Surabaya. Bagaimana Bung Tomo menggelorakan semangat juang arek-arek Surabaya juga ditampilkan di film ini. Agaknya, bagian ini paling menarik bagi pecinta film action yang menonton film drama produksi Rapi Film ini.


Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, ada banyak hal yang disembunyikan orde baru diungkap dalam film Sang Kiai.


"Banyak sejarah NU yang di zaman Orde Baru disembunyikan, diungkapkan di film Sang Kiai," kata Said setelah menerima pimpinan Rapi Film di kediamannya di Jakarta, Jum’at (10/5) lalu.[IK/Wkp/bsb]

Berikut Trailer film Sang Kiai, Untuk info Download filn Sang kiai hingga berita ini diterbitkan belum ada yang mengunggah.

Selasa, 28 Mei 2013

Bagimana Menata Cemburu...???

Wartadakwah.com - CEMBURU dalam ruang-ruang keluarga kadang mirip seperti mecin dalam masakan. Tanpa mecin, masakan jadi hambar. Begitu pun sebaliknya. Kebanyakan mecin, masakan jadi sangat tidak sehat.

Cemburu merupakan hal lumrah dalam hubungan cinta. Bahkan, sangat bagus. Dalam Islam, seorang bisa dipertanyakan keislamannya jika tak lagi cemburu jika Islam dicela, dipermainkan, dan dikucilkan. Semakin tinggi kecintaan seorang muslim dengan agamanya, kian tinggi tingkat kecemburuannya. Bahkan Allah swt. Yang Maha Sayang, cemburu jika ada hambaNya melakukan dosa. Bedanya, cemburu Allah tidak karena emosi.

Begitu pun soal interaksi suami isteri. Islam mencela seorang suami atau isteri yang cuek dengan pasangannya. Tak peduli mau gonta-ganti pasangan, yang penting bisa menjaga keutuhan rumah tangga. Sikap ini disebut sebagai dayus, orang yang cemburunya telah mati.

Masalahnya, seperti apa takaran cemburu yang wajar. Karena dalam rumus keseimbangan hidup: yang kurangnya bisa buruk, kalau kebanyakan juga dapat merusak. Paling tidak, bisa merusak keseimbangan emosi diri sendiri. Setidaknya, dilema itulah yang kini dirasakan Pak Endi.

Bapak dua anak ini sebenarnya cukup bahagia. Bukan sekadar anugerah dua balita yang lucu dan sehat, tapi juga isteri yang salehah, cantik, dan punya penghasilan tetap. Walau tak terlalu besar, gaji isterinya bisa menutup kebutuhan rutin keluarga: kontrak rumah, tambahan belanja dapur, bahkan modal usaha. Kadang, bisa menabung buat masa depan sekolah si sulung yang kini duduk di TK.

Dari sudut pandang itu, Pak Endi memang tak ada masalah. Ia patut bersyukur. Tapi, ada kegelisahan lain dari Pak Endi. Pasalnya, tetangga sebelahnya berkantor dekat dengan tempat kerja isteri Pak Endi. Bukankah itu bagus, bisa jalan bareng? Memang. Tapi, tetangganya itu pria, lumayan ganteng, masih lajang lagi. Kalau dibanding dirinya, penampilan tetangganya itu satu banding lima. Artinya, nilai satu buat Pak Endi, dan lima buat si tetangga. Selain itu, sang tetangga begitu ramah, murah senyum, dan supel.

Pak Endi memang yakin, isterinya tidak akan macam-macam. Gimana mungkin mantan aktivis rohis sewaktu di kampus dulu bisa main serong. Naudzubillah min dzalik. Pak Endi yakin itu tak mungkin. Tapi masalahnya, apa tetangganya juga seperti itu.

Tiap kali isterinya berangkat kantor, Pak Endi selalu was-was. Karena jam berangkat isterinya bersamaan dengan si tetangga. Bayang-bayang buruk berkecamuk di kepala Pak Endi tiap melepas kepergian isteri tercintanya. Jalan kaki hampir bersamaan, naik mikrolet dengan nomor yang sama, turun juga di halte yang sama. Begitu pun ketika pulang. Iramanya hampir sama dengan ketika pergi. Gimana kalau mikrolet yang mereka naiki cuma lowong buat dua penumpang. Kalau yang lowong berseberangan, bukankah mereka akan duduk berhadap-hadapan. Saling pandang, senyum, dan sapa. Lebih parah lagi yang lowong sejajar. Bukankah mereka akan duduk bersebelahan. Dan itu pasti akan bersentuhan badan. Setidaknya, tangan mereka.

Pak Endi galau. Ia pandangi isterinya yang berlalu sambil melambaikan tangan. “Assalamu’alaikum, Kak!” suara sang isteri diiringi senyumnya yang manis.

Saat penantian di toko, Pak Endi nyaris tak bisa memikirkan yang lain kecuali isterinya. “Ini nggak bisa dibiarkan terus,” gumam batinnya seketika. Tapi gimana? Terus terang, ia agak sungkan bicara terus terang soal ini. Pak Endi khawatir, isterinya bisa salah paham. Dan kalau sudah begitu, masalah bisa tambah runyam.

Mau nyuruh naik taksi, terlalu boros. Bisa-bisa, separuh gaji isteri cuma habis buat taksi. Mau diantar, dengan kendaraan apa? Pasalnya, Pak Endi belum bisa naik sepeda motor. Kenapa nggak belajar?

Itulah repotnya. Pak Endi punya trauma sama motor. Ketika SMA dulu, ia pernah kecebur selokan gara-gara motor yang ia boncengi menabrak tiang listrik. Wajahnya babak belur. Tangan kirinya nyaris patah. Sejak itu, ia jadi kurang akrab dengan sepeda motor.

Kenapa nggak pindah kerja? Sepertinya, Pak Endi mesti mikir ulang kalau meminta isterinya pindah kerja. Soalnya, posisi kerja isterinya lumayan pas dengan kemampuannya di bidang keuangan. Selain itu, suasana ruang kerja pun lumayan baik. Tidak campur antar pegawai. Masing-masing punya pemisah ruang.

Kalau pindah rumah? Pak Endi seperti bertemu titik terang. “Yah, ini mungkin yang paling pas. Toh, si sulung sudah hampir lulus TK,” ujar Pak Endi membatin. Ia yakin, isterinya akan terima. Alasan yang paling kuat, demi mendekati sekolah dasar buat anaknya.

Benar saja. Isteri Pak Endi akhirnya setuju. Dengan gerak cepat, ia mencari rumah baru di sekitar lokasi calon sekolah anaknya. Biar mahal sedikit, yang penting bisa menenangkan hati. Soal toko buku? “Insya Allah, bisa diurus belakangan!” tekad Pak Endi mantap.

Di rumah yang ukuran dan bentuknya yang tak jauh beda dengan yang lama, Pak Endi bisa lebih tenang. Walau mesti jalan kaki sepuluh menit, isteri Pak Endi menerima dengan lapang dada. Dan yang paling penting, Pak Endi tak lagi galau ketika isterinya berangkat kerja. Sejak pindahan itu, ia bahkan lebih sering berangkat lebih dulu dari isterinya karena mengantar anak yang beberapa hari lagi lulus di TK.

Beberapa hari berlalu. Di hari Minggu ketika isterinya sedang ke pasar, seorang pemuda memberi salam. “Siapa ya?” tanya Pak Endi ramah. “Saya teman kantor Bu Leni, isteri Bapak. Ini berkas kerjanya. Kemarin, tertinggal di mobil saya. Karena hujan deras, Bu Leni numpang ke mobil saya. Kebetulan rumah saya cuma beda satu gang dari sini. Mari. Assalamu’alaikum!” ucap si pemuda sambil senyum ramah dan berlalu.

Pak Endi tetap mematung, memandangi kepergian si pembawa berkas. [mnuh/islampos]

Banyak Tentara AS Bunuh Diri Karena Stress

Wartadakwah.com - Jumlah kasus bunuh diri di kalangan militer Angkatan Darat AS meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan, Press TV melaporkan.
Menurut sebuah laporan baru, militer AS mencatat 161 kasus bunuh diri pada tahun 2013, yang berarti setiap 18 jam satu orang bunuh diri di antara pasukan Garda Nasional AS

Laporan ini mencatat bahwa Departemen Pertahanan AS, Pentagon, telah menerapkan sejumlah inisiatif dalam upaya untuk mengurangi jumlah kasus bunuh diri.

Namun, analis percaya bahwa angka tersebut bahkan akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang karena lebih banyak pasukan kembali dari Afghanistan.

Pada 2012,  tentara membunuh diri dilaporkan setiap 17 jam dan jumlah total yang tewas akibat membunuh diri  lebih banyak dibandingkan mereka yang tewas dalam pertempuran.

Dalam upaya untuk mengurangi hal tersebut, , dokter militer kini menyelidiki untuk melihat apakah cedera otak traumatis (TBIs) yang meningkatkan risiko bunuh diri di kalangan tentara.

Pada bulan Maret, lebih dari 50 anggota Kongres resmi meminta Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel untuk mempelajari apakah TBIs pasukan Amerika dapat berkontribusi terhadap epidemi bunuh diri militer. (PressTV/Dz)

Obat HIV/AIDS dari Propolis Ditemukan UNAIR

Wartadakwah.com - Pusat Studi Perlebahan Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga (LPT Unair) menorehkan terobosan baru dalam dunia kesehatan Indonesia. Dengan memadukan propolis dan racun lebah (bee venom), seorang pasien laki-laki dewasa penderita HIV/AIDS yang sudah koma selama tiga pekan kembali sehat.

Menurut Ketua LPT Unair James Hutagalung, tim terinspirasi uji coba di Amerika yang berhasil menyembuhkan seorang gadis sembilan tahun. Riset dengan racun lebah banyak dilakukan di luar negeri. Namun di Indonesia, riset itu baru pertama kali dilakukan di Unair ini.


Racun dari lebah ternyata mampu menembus dinding sel virus. Ia tidak menghancurkan tapi menembus sehingga virusnya mengecil dan bersifat saling membunuh dan lama-kelamaan hilang.

Seperti dilansir Republika, James dan rekannya melakukan uji coba klinis terhadap seorang pasien laki-laki dewasa penderita HIV/AIDS. Pasien ini datang ke LPT Unair dalam keadaan sudah koma selama tiga-empat pekan.


Dalam tiga pekan pemberian propolis, terjadi perubahan pada pasien. Hasilnya cukup mengejutkan, pasien yang telah koma ini sadar dan mampu membuka mata.

Selama terapi, pasien diberi propolis dosis 500 miligram tiga kali sehari. Tablet propolis yang sudah dihancurkan dimasukkan dalam cairan infus pada pagi, siang dan sore hari.


Selain propolis, pasien juga diterapi dengan sengat lebah satu pekan sekali. Pasien menerima dua sengat lebah sekali terapi, di kiri dan kanan leher belakang.

"Bahan aktif yang berperan penting dalam proses penghancuran sel itu disebut melitin yang ada di dalam bee venom. Sedangkan di dalam propolis ada tujuh bahan aktif, salah satunya adalah flavonoid," ujar James, Selasa (28/5).


Propolis berada di dalam rumah lebah. Warnanya kehitaman. Propolis adalah campuran dari nektar dan air liur lebah. Propolis yang dikumpulkan berasal dari jenis lebah dari Eropa, Apis Mellifera.


Propolis yang telah dikumpulkan, diambil ekstraknya dengan cara maserasi. Perbandingannya, satu kilogram propolis dicampur dengan lima liter ethanol. Kemudian dikocok selama dua pekan. Proses tersebut dinamakan maserasi.


Setelah dimaserasi, campuran propolis tersebut dikeringkan dengan alat rotavapor atau alat penguapan. Dari proses ini tertinggal kristal-kristal propolis atau ekstraknya. Ekstrak inilah yang diberikan pada pasien. Ekstrak ini sudah bisa dimanfaatkan karena dibuat dalam bentuk tablet.

"Pemberian obat alami atau natural medicine ini dilakukan secara simultan dengan obat antiretroviral," kata James.


Terapi ini diberikan selama jangka waktu tiga bulan atas persetujuan dari keluarga pasien. James berharap dalam tiga bulan ke depan hasilnya maksimal. Artinya, pasien dapat sehat kembali. [AM/Rpb]

Sabtu, 25 Mei 2013

Skandal Seks Menjamur di Tubuh Militer AS

Wartadakwah.com - Skandal seks terus bermunculan di tubuh militer Amerika Serikat (AS). Kali ini skandal terjadi di akademi militer ternama AS, West Point.

Sersan Michael McClendon dituduh secara rahasia merekam kadet perempuan di West Point. Beberapa perempuan direkam dalam kondisi bugil saat sedang mandi.

Pihak militer segera memperingatkan para korban bahwa privasinya sudah dilanggar. Clendon sendiri diperintahkan pergi ke psikolog untuk konsultasi.

Skandal itu mengejutkan banyak pihak karena West Point dikenal dengan kedisiplinannya. Pendidikan kaum Perempuan sudah berada di West Point sejak 40 tahun lalu.

“Pihak militer berjanji menjaga keamanan para kadet di West Point,” pungkas Wakil Panglima Angkatan Darat AS, Jenderal John F Campbell, seperti dikutip New York Times, Jumat (24/5/2013).

“Saat peristiwa ini terungkap, kami langsung melakukan penyelidikan menyeluruh dan memperbaiki kesalahan yang ada,” lanjut Jenderal AS itu.

West Point adalah akademi militer tertua dan paling populer di AS. Akademi itu telah melahirkan banyak tokoh penting, seperti mantan Presiden Ulysess S Grant dan Dwight E Eisenhower.

Skandal seks yang melibatkan anggota militer AS memang terus muncul. Sebelumnya, seorang jenderal diskors karena menganiaya selingkuhannya.

Sedangkan tahun lalu, mantan kepala CIA , David Pertraeus terpaksa mengundurkan diri karena ketahuan berselingkuh. Skandal Pertraeus juga sempat menyeret beberapa pejabat militer AS lainnya. (EM)

Akhirnya Eyang Subur Lepas 4 Istrinya

Wartadakwah.com - Setelah sempat tarik ulur selama beberapa pekan, akhirnya Eyang Subur mematuhi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melepas istri kelima dan seterusnya. Pelepasan empat dari delapan istri itu juga disertai surat yang ditanda tangani oleh Subur.
"Ada Annisa (istri ke-7), Reni Mulyaningsih (istri ke-5), dan Nita Septiarini (istri ke-8). Yang keenam udah duluan itu yang adik-kakak itu ya," ungkap pengacara Subur, Ramdan Alamsyah saat menggelar konferensi pers pelepasan istri-istri Eyang Subur di kediamanya di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat, Sabtu (25/5).

Ramdan menambahkan, istri Subur yang kakak beradik itu telah dilepaskan sejak kasus dengan Adi Bing Slamet bergulir, dengan diketahui oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Selon.

"Sejak awal kasus ini bergulir istri yg adik-kakak itu udah dilepaskan. Itu diketahui oleh Habib Selon," tuturnya.

Ramdan beralasan, kliennya mempunyai istri lebih dari empat karena ketidaktahuannya mengenai syariat agama. Setelah melalui kumpul keluarga besar, mereka akhirnya mendapatkan konklusi, atau surat tentang pelepasan istri.

"Surat dibuat tentang pelepasan istri, sesuai ajuran fatwa MUI no 17 tahun 2013. Surat dibuat pada Kamis 23 Mei 2013, yang ditandatangani oleh Eyang Subur," tuturnya.

Sebelumnya, usai MUI mengeluarkan fatwa agar Eyang Subur menceraikan istrinya yang kelima dan seterusnya, istri-istri Eyang Subur mengaku kecewa dan menyatakan akan menggugat MUI. Namun, gugatan tersebut tidak jadi dilayangkan. [beda]

Rabu, 22 Mei 2013

Percaya Tuhan, Obat Depresi dan Lebih Sehat

Wartadakwah.com - “Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat itu tepat untuk suatu penyakit, penyakit itu akan sembuh dengan seizin Allah ‘Azza wa Jalla.” Salah satu pelajaran yang diberikan pada manusia adalah masalah penyakit. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan,  iman dan kepercayaan yang diyakini, merupakan salah satu kekuatan dalam diri seseorang yang dapat meningkatkan pengobatan bagi depresi dan penyakit jiwa.

Sebagaimana diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders, dikutip dari laman Daily Mail, Ahad (19/05/2013), sebuah studi baru-baru ini mengatakan, beriman pada sesuatu yang lebih baik ditemukan dapat meningkatkan pengobatan seseorang secara signifikan bagi orang yang menderita penyakit jiwa.

Penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit McLean di Belmont, Massachusetts ini menyimpulkan bahwa kepercayaan pada Tuhan memiliki keterkaitan dengan hasil pengobatan yang lebih baik dalam perawatan kejiwaan. Peneliti mengatakan apa yang telah mereka kerjakan menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi secara signifikan lebih baik dalam menjalani perawatan psikiatris jangka pendek daripada mereka yang tidak, terlepas dari afiliasi agama mereka.

"Keyakinan tidak hanya dikaitkan dengan kesejahteraan psikologis, tetapi penurunan depresi dan niat untuk menyakiti diri," jelas David Rosmarin, dokter dan instruktur di Departemen Psikiatri di Harvard Medical McLean Hospital. Dia menambahkan bahwa ia berharap bahwa pekerjaan ini akan membawa pada penelitian yang lebih besar dan meningkatkan pendanaan untuk membantu orang sebanyak mungkin.

Studi sebelumnya telah menyoroti kekuatan doa terhadap kesehatan seseorang. Penelitian di San Francisco General Hospital memonitor efek doa terhadap 393 pasien jantung.

Pasien ditanya apakah mereka ingin mengambil bagian dalam percobaan namun tidak diberitahu apakah mereka akan menjadi subyek dari penelitian doa ini. Setengah dari mereka didoakan oleh sekelompok orang asing yang hanya memiliki nama-nama pasien.

Mereka yang didoakan memiliki lebih sedikit komplikasi, lebih sedikit kasus pneumonia dan tidak banyak membutuhkan terapi obat. Mereka juga membaik lebih cepat dan mampu meninggalkan rumah sakit sebelumnya.
Sebuah studi terpisah, di Universitas Columbia di New York, meminta orang-orang di Australia, Amerika Serikat dan Kanada untuk berdoa bagi orang-orang yang nama-namanya sedang menjalani perawatan IVF di Korea. Dari kelompok di Korea, separuh dari mereka mengatakan mereka telah didoakan oleh orang-orang yang tidak mereka kenal.

Di antara setengah orang ini, mengalami kenaikan tingkat keberhasilan untuk implantasi embrio dalam rahim dari 8 persen menjadi 16 persen. Kasus mengenai konsepsi, di mana janin mulai berkembang pun naik dari 25 sampai 50 persen.
Dengan pengobatan yang tepat, keyakinan tinggi dan semangat positif akan kesembuhan tentu akan memberikan hasil yang baik dalam proses penyembuhan. Milikilah semuanya itu untuk membantu proses kesembuhan dalam segala penyakit.
Makin Syukur makin Sehat
Penelitian sebelumnya menemukan, rasa bersyukur dapat membawa efek yang luar biasa dari segi fisik dan psiko-sosial. Orang yang banyak bersyukur dan berpikir positif justru dapat membawa pengaruh baik bagi kesehatan. Termasuk mood, hingga hubungan dengan pasangan.
Secara ilmiah, bersyukur secara teratur justru dapat meningkatkan kebahagiaan sebanyak 25 persen, demikianlah salah satu hasil studi yang dilakukan Robert A. Emmons, Ph.D., editor-in-chief of the Journal of Positive Psychology. [Riset: Makin Bersyukur, Makin Sehat!]
Orang yang memiliki iman yang lurus pasti percaya bahwa hanya Allah yang membuat dan menyembuhkan semua penyakit. Sedang obat dan dokter hanyalah sarananya. Dalam sebuah hadits Bukhari Rasulullah Muhammad menyatakan,  “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia (Allah) juga menurunkan penawarnya.” *

[hidayatullah.com]
 

Minggu, 19 Mei 2013

Jangan Curhatkan Suami di Facebook

Wartadakwah.com - Perempuan memang gemar berbagi, termasuk berbagi isi hati alias curhat. Bahkan, bagi sebagian perempuan  curhat bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, anytime, anywhere, we share.
 
Karena tabiatnya ini banyak perempuan dan para istri yang kesulitan menyadari bahwa ketika ia mencurhatkan permasalahan keluarganya atau keretakan hubungannya dengan suaminya, yang ditangkap oleh kawan curhatnya justru ia sedang membongkar aib keluarganya,  terutama suaminya. Apalagi jika ia curhat pada orang yang tidak pandai menjaga rahasia dan tidak berjiwa ishlah (mensolusikan masalah). Alih-alih mendapat jalan keluar, yang terjadi malah aib keluarga menjadi rahasia umum. Padahal awalnya ia hanya berniat berbagi, sekedar ingin didengarkan dan dimengerti atau hanya sekedar mencari pembelaan psikologis karena biasanya -menurut perspektifnya- diri nyalah yang menjadi objek penderita dari aib yang terjadi.

Kebiasaan curhat-mencurhat di mana saja ini menjadi semakin mengkhawatirkan ketika kini tersedia berbagai media sosial, entah Facebook (FB), Tweeter, BBM, dll.

Memang kebiasaan ini bukan hanya didominasi kaum hawa, kaum lelaki juga tidak sedikit yang sebentar-bentar menghiasi status FB atau akun tweeternya dengan aneka curhatan yang sama pula tidak hati-hatinya dalam hal menjaga ukhuwah dan kehormatan sesama muslim.

Jika curhat langsung pada orang yang salah saja demikian berbahaya, apalah lagi mencurahkan isi hati terkait keretakan hubungan suami-istri atau aib keluarga lainnya dalam jejaring sosial semacam Facebook atau Tweeter.  Berikut adalah 5 alasan mengapa mencurhatkan konflik keluarga dalam media sosial sangat tidak direkomendasikan:
  1. Aib suami sesungguhnya adalah aib istri. Atau aib keluarga siapapun adalah sebenarnya aib kita juga karena kita adalah bagian dari keluarga kita. Meski jika memang kita yang menjadi korban dari kesalahan yang diperbuat oleh keluarga kita. Kita dengan suami satu dengan lainnya Allah sebutkan sebagai pakaian (QS. Al-Baqarah: 187). Fungsi utama pakaian adalah menutupi aurat yakni hal-hal yang jika terlihat manusia lain pemiliknya akan malu. Meski kita terluka, bukan berarti kewajiban menutupi aurat suami terlepas dari bahu kita. Justru kitalah orang pertama yang harus berbesar hati menutupinya, dan mencari jalan islah terbaik.
  2. Rentan salah paham. Bahasa tulisan lebih banyak memicu salah paham karena masing-masing orang yang membaca akan menafsirkannya dengan komponen-komponen penilaian yang ada dalam benaknya. Jika curhatan kita dibaca oleh orang yang bersangkutan dengan cara pandang yang berbeda tentu masalah akan bertambah runyam. PR kita bertambah, selain menyelesaikan masalah inti, kita pula harus mengklarifikasi kesalahpahaman memaknai status atau tweet kita. Melelahkan bukan?
  3. Jika belum bertemu melakukan tabayun (klarifikasi), belum tentu perspektif kita sama dengan perspektif suami kita. Karena lelaki dan perempuan berbeda dalam memandang permasalahan. Bisa jadi, sesungguhnya suami kitalah yang lebih banyak dirugikan atas konflik yang tengah terjadi. Jadi, jangan buat apa yang belum jelas menjadi tambah kabur dengan curhat-curhat yang hanya memuaskan hati sesaat namun berdampak buruk yang panjang.
  4. Orang dewasa cenderung lebih senang ditegur baik-baik ketimbang disindir-sindir di dalam media sosial. Hal ini lebih menyakitkan karena pihak yang kita sindir merasa tidak dianggap sebagai pribadi yang dewasa.
  5. Media sosial adalah tempat berkumpulny banyak orang yang tidak kita tahu kondisi masing-masing pribadinya. Perjalanan hidup tidak selamanya mulus, terutama tentang muamalah kita dengan manusia lainnya. Mungkin dulu, di ujung daerah yang pernah kita singgahi 10 tahun yang lalu ada seseorang yang pernah kita atau suami kita lukai dan masih menyimpan dendam atau malah menyimpan cinta terpendam kepada kita atau suami kita. Jika mereka mendapati keretakan dalam keluarga kita banyak hal memungkinkan yang dapat mereka lakukan. Status konflik ini juga dapat memicu pihak lain berbuat tidak layak pada kita. Di dunia maya banyak sekali lelaki iseng yang senang menggoda perempuan. Jadi, jangan ambil resiko ini!
  6. Kata-kata bersifat irreversible,  jika sudah kita keluarkan maka tak dapat ditarik kembali. Kata-kata sudah membentuk opini tersendiri ketika pertama kali diterima oleh penerimanya. Meski kata-kata tersebut sudah kita ralat atau kita hapus, namun opini yang sudah ternbentuk dalam benak  sekian banyak orang yang telah membaca status kita sebelumnya tentu tak gampang menghapusnya. Apa lagi catatan yang ada di tangan malaikat atas status kita, entah bagaimana kita menghapusnya.
Jadi, mari belajar untuk tidak reaksioner dan memamah konflik lebih bijak agar konflik menjadi ladang pahala kita dalam kehidupan berkeluarga. Jika terpaksa memerlukan pihak lain untuk berbagi dan mencari jalan keluar, carilah orang yang amanah dan yang berorientasi islah (perbaikan). 

(esqiel/muslimahzone.com)

Jumat, 17 Mei 2013

Kinerja Otak Berkurang Pada Umur 40 tahun

Wartadakwah.com - Dari Hari ke hari Mesteri keajaiban Al-Quran masih terus tersingkap di hadapan kita. Dan hari ini kita mendapatkan pengetahuan baru yang memastikan bahwa kinerja pikir seseorang mulai berkurang pada umur Dini….
 
Dalam salah satu arikel (bertopik: misteri Umur 40 tahun) pernah membahas tentang pertumbuhan Otak yang terus berkembang sampi pada umur 40-an. Kemudian terhenti sampai pada umur ini. Dan hari ini para Ilmuwan juga telah memastikan hal itu  bahwa pertumbuhan otak akan mengalami reduksi setelah berumur sekian. Maka terdapat studi baru yang dipublikasikan dari “Jurnal kedokteran Inggris” yang memaparkan bahwa jumlah usia sangat berpengaruh terhadap perubahan kognitif pada seseorang. Dan terkadang pada kasus-kasus tertentu berakibat timbulnya penyakit Alois Alzheimer (kepikunan dini) atau penyakit lain dari jenis dimensia (pikun) dan kadang bermula pada usia dini, pada pertengahan atau akhir-akhir Umur 40-an.

Para peneliti mengatakan bahwa penurunan itu sangat minim sehingga kecil kemungkinkan untuk diteliti dalam kehidupan sehari-hari, dan hal itu telah diungkapkan dari sebuah riset obat yang menyertakan peserta berumur tiga atau empat tahun, maka hasil riset terakhir menjadi penting karena membuktikan  obat tersebut efektif sebagai penawar kepikungan jika digunakan ketika muncul gejala-gejala penurunan kinerja kongnitif.

Penelitian sebelumnya telah berkesimpulan bahwa penurunan kinerja kongnitif pada manusia terjadi sebelum usia enam puluh tahun. Akan tetapai hasil riset terakhir menujukkan bahwa hal itu terjadi pada pertengahan usia.

otak skema 
jadi, ketika seseorang berumur empat puluh tahun maka pertumbuhan otaknya telah terhenti dan setelah umur ini sel-sel otak mulai rusak, tetapi tanpa penelitian dan studi yang rumit serata dilengkapi dengan peralatan yang canggih, sangat kecil kemungkinan untuk menyadari hal tersebut.
Dan kembali kami katakan: Maha suci Allah! Bukankah Al-Quran telah mengisyaratkan hal ini sebelum 1400 tahun lalu, tatkala mengisyaratkan bahwa manusia ketika mencapai batas kinerja otaknya pada  Usia empat puluh tahun, maka akan mengalami penurunan setelah itu! Allah Swt berfirman :


(…حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ…) [الأحقاف: 15]

…sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat yang telah Engkau berikan….(Al-Ahqaaf:15)

Dan Terdapat pertanyaan kepada semua yang mengingkari Risalah Islam: Bagaimana bisa Rasulullah Saw mengetahui bahwa umur 40 adalah batas pemisah antara periode kesempurnaan Daya akal seseorang dan penurunan kinerja otak ?

Diterjemahkan oleh: Khairul Amri H
dari situs Arab: www.kaheel7.com/ar

Inilah Video Kesimpulan Persidangan LHI 17 Mei 2013

Wartadakwah.com - Sidang dugaan suap kuota impor daging sapi digelar di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jum’at (17/5). Menteri Pertanian Suswono, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), dan Ahmad Fathanah hadir sebagai saksi dengan terdakwa Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi.

Bagaimana kesimpulan persidangan itu? Berikut videonya yang telah diupload di Youtube yang mendatangkan sejumlah komentar simpati serta harapan agar TV One tidak memecat reporter tersebut. [Beda]


Kesaksian Ahmad Fathanah di Persidangan Mengguncang Media

Wartadakwah.com - Hari ini (Jumat, 17/5/2013) Digelar persidangan terkait "Suap Impor Daging" dengan menghadirkan Ahmad Fathanah (AF) sebagai saksi. 

Ahmad Fathanah menjelaskan soal pekerjaannya. Dicecar Jaksa Tati, Fathanah mengaku pekerjaannya sebagai makelar dan calo. Dia kerap ikut tender proyek, salah satunya di Kementan.

"Saya makelar, calo saja. Ya apa saja. Saya pernah punya EO, sudah nggak ada," jelas Fathanah menjawab pertanyaan jaksa di Pengadilan Tipikor di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Jaksa kemudian menanyakan kaitan Fathanah dengan PKS. "Anda apanya PKS?" tanya jaksa.

"Saya bukan kader. Tidak pernah tercatat sebagai kader atau anggota terstruktur. Tapi Ustad Luthfi itu sahabat saya di Saudi Arabia. Kami pernah berbisnis sebelum dia jadi anggota dewan," jelas Fathanah.

Dia mengaku mendukung perjuangan Luthfi dalam bidang politik. Tak heran, kalau kadang dia memberikan sumbangan. "Saya prinsipnya kasih tangan kanan, tangan kiri nggak perlu tahu," tutupnya.
 
Sidang ini (awalnya) disiarkan secara LIVE oleh MetroTV dan TvOne, tapi setelah kesaksian AF malah berlawanan dengan Opini Media selama ini yang menyudutkan LHI dan PKS, bahkan bisa dikatakan kesaksian AF menjungkirbalikan dan merontokkan Opini Media.. dua TV swasta ini langsung menghentikan siaran LIVE nya.

Berikut keterangan KESAKSIAN AF di persidangan tadi yg ditwitkan oleh @Setialesmana ....

AF: "Pak LHI mengatakan bahwa beliau tdk punya data soal daging dan tdk punya kapasitas utk pengaruhi kuota impor" #Kesaksian

AF:"Semua itu inisiatif saya sendiri. Saya perkenalkan maria dgn LHI. Saya desak LHI terus menerus agar fasilitas ketemu Mentan" #Kesaksian


AF: "saya yg mengatur pertemuan di Medan dgn mendesak terus LHI. Saya bersama Eldan dan maria berangkat ke medan". #Kesaksian


AF: "Soal dana dari Indoguna utk PKS, itu hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya)". #Kesaksian


AF: "Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri". #Kesaksian


AF: "saya mengaku pengusaha, saya adalah makelar yg menghubungkan dgn siapa saja (bisnis jasa)". #Kesaksian


AF: "Motivasi saya murni memperoleh keuntungan. Dan itu saya konsumsi pribadi dan ada juga yg disumbangkan". #Kesaksian


AF: "saya pernah memperoleh keuntungan sbg makelar hingga Rp 3 milyar. Banyak pihak kok yg saya sumbang". #Kesaksian


AF:"pengajuan Indoguna impor sebesar 500 ton daging ditolak oleh Mentan dgn alasan kuota sdh habis". #Kesaksian


AF: "kata Dirjen Iwan Sukur, apapun yg terjadi penambahan kuota impor sdh tdk memungkinkan lagi. Itu sesuai aturannya". #Kesaksin


AF:"Eldan mencoba peluang utk ijin kuota utk 2013. Itu yg kami coba cari celah. Mentan tetap nolak". #Kesaksian


AF:"saya pernah telpon Elda, ini yg dibulatin apa? Dijawab itu adl importir yg tdk punya infrastruktur dll". #Kesaksian


AF:"waktu saya bicara dgn LHI saya tdak lihat ada orang Mentan atau kementerian yg datang". #Kesaksian


AF: saya minta dana ke Bu Elizabeth secara pribadi. Saya dorong utk seminar uji publik penambahan kuota impor". #Kesaksian


AF:"seminar ini utk mengetahui kemungkinan penambahan kuota impor melibatkan importir, peternak, dll". #Kesaksian


AF: kt Bu Elizabeth ada dana kemanusiaan (di PT Indoguna). Bu Elizabeth kasih sy Rp 1 M utk seminar dan sisanya utk pribadi sy" #Kesaksian


AF:"apakah saya mau kasih ke PKS itu tergantung saya, bukan permintaan siapapun (di PKS). Itu semua saya yg tentukan". #Kesaksian


AF: soal data kuota impor yg saya bahas dgn Elda, itu tdk ada sama sekali kaitannya dgn Mentan Suswono". #Kesaksian


AF: "setelah terima dana Rp 1 M dari Elizabeth sy memang telpon LHI, bisa ketemu ngga nanti malam? Hanya itu kata2 dr saya". #Kesaksian


AF: "LHI bilang lagi sibuk rapat dan kegiatan2 lainnya". #Kesaksian


AF:"Maharani sepakat datang ke hotel dan bicara ke saya perlu ini itu, ya udah saya kasih Rp 10 jt ke dia". #Kesaksian


AF:"Maharani sepakat datang ke hotel dan bicara ke saya perlu ini itu, ya udah saya kasih Rp 10 jt ke dia". #Kesaksian


AF:"Soal komitmen Rp 40 M itu, LHI selalu nanggapinya dgn becanda saja". #Kesaksian


AF:"Saya nggak yakin kalau LHI itu mau bicarakan soal itu. Mnrt sy LHI itu nggak yakin soal komitmen fee itu. LHI suka becanda". #Kesaksian


AF: "saya ini makelar aja, calo apa aja". #Kesaksian


AF:"sbg Calo saya yg menginisiatifkan (create) utk permintaan tambahan kuota impor antara PT Indoguna dgn LHI". #Kesaksian


AF:"saya jd calo utk banyak proyek spt pertambangan, dan lain-lain". #Kesaksian


AF:"saya tdk terlalu sering ke Kementan. Saya ke kementan utk urusan proyek dgn posisi sbg makelar". #Kesaksian


AF:"pihak2 berwenang di Kementan selalu sarankan utk ikuti prosedur lelang. Dan proyek yg kami menangkan sesuai prosedur". #Kesaksian


AF:"saya tegaskan bahwa saya bukan kader. Namun memang saya bersahabat dgn LHI. Jadi hubungan saya ke PKS hanya itu". #Kesaksian

[dtk/pp]

Kamis, 16 Mei 2013

Astaghfirullah, Game Ini Jadikan Ka'bah dan Al Quds Sasaran Tembak

Wartadakwah.com - Sebuah game yang melecehkan Islam beredar di Google Playstore. Game berjudul "Angry Prophet" itu menjadikan Ka'bah dan Masjid Qubatush Shakhrah sebagai latar sasaran lempar batu ala Angry Bird.

Game yang dirilis oleh Balde4Apps itu memang sangat terkesan menjiplak Angry Bird. Bedanya,  tampilan grafis dan kualitasnya jauh di bawah Angry Bird.


Pihak Balde4Apps mengklaim game tersebut menggambarkan Nabi J dan Mo sedang bekerjasama berjuang menghancurkan syetan-syetan di bumi. Inisial J dan Mo agaknya mengacu kepada Jesus dan Mohammed, menuai protes.


Sejumlah komentar keberatan pun dilayangkan untuk game ini. Misalnya dari Ikhwan Akbar yang menuntut Google Play Store menghapus game ini karena dinilai menyakiti umat Islam.


"Vanish this game!!! Are the developers of this game Jews or Atheists??!!! I'm an ANTI-SEMIT!!! That's my version of my "Great Values of Freedom of Expression"!!! If Google people are supports Human Rights, the vanish this game, even the developer's people!!! You always giving statement of Great Western Values of Freedom of Expressions", is that all you can speak??!! Yes, there's nothing wrong with the game, it's a piracy version of Angry Birds, but the matters is the content, the name, the icon who hurts Muslims & Christians!" tulis Ikhwan dalam komentarnya.


Umat Islam pun diminta untuk memprotes Google Playstore agar menghapus game ini dengan cara menandai flag inappropriate. [IK/Kum/Gp/sBeda]

Rabu, 15 Mei 2013

Penentuan 1 Ramadhan, Muhammadiyah - NU Berjuang Untuk Kompromi

Wartadakwah.com - Umat Islam terus mendambakan kebersamaan memulai puasa Ramadhan. Penentuan 1 Ramadhan yang serentak antara ormas-ormas Islam menjadi hal yang sangat diharapkan. Menanggapi hal itu, dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terus berupaya mencapai kompromi agar penentuan awal bulan Islam, termasuk 1 Ramadhan, menjadi kesepakatan bersama.
"Kita berjuang keras agar tercapai kompromi (dengan NU)", Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah Syamsul Anwar.

Kendala belum adanya sistem waktu Islam, menurut Syamsul, menjadikan kesepakatan penentuan awal bulan masih belum berhasil.

"Tapi persoalannya bukan hanya kompromi. Persoalannya adalah umat Islamtidak mempunyai sistem waktu Islam sehingga Hari Raya tidak bisa dirayakan secara serentak," lanjut Syamsul.

NU juga mengharapkan hal yang sama agar kebersamaan seluruh umat Islam di Indonesia dalam memulai Ramadhan bisa tercapai.

Sekretaris Lajnah Falakiyah NU Nahari Muhlis menjelaskan bahwa NU juga memiliki kesamaan dengan Muhammadiyah, yakni menggunakan hisab (perhitungan). Hanya saja, NU memverifikasi benar tidaknya hitungan itu dengan cara melihat (rukyat).

"Kami juga melakukan hisab (perhitungan) dulu, lalu kita verifikasi benar tidaknya hitungan itu dengan cara melihat (rukyat). Kalau belum terlihat betul, kami belum menjatuhkan tanggal," kata Nahari dikutip dari Republika, Kamis (16/5).

Ia berpendapat, metode yang digunakan Muhammadiyah berhenti di wujudul hilal. Wujudul hilal adalah posisi bulan berada di atas 0 derajat.

Sedangkan berdasarkan kesepakatan di kawasan Asia, tinggi hilal adalah 2 derajat. Maka, kemungkinan bulan sudah bisa terlihat. Perbedaan kriteria inilah yang menyebabkan perbedaan penentuan awal Ramadhan atau Idul Fitri.

"Jika angka hilal itu dinaikkan menjadi 2 derajat, mungkin bisa terjadi kompromi," imbuh Nahari. [IK/Rpb/bsb]

Selasa, 14 Mei 2013

Fahri Hamzah Tantang KPK Tunjukkan Aliran Dana Fathanah! Biar Terbuka Kedok Intelnya

Wartadakwah.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka aliran dana rekening Ahmad Fathanah, tersangka perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus suap impor daging sapi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. 

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKS, Fahri Hamzah mengatakan pihaknya merasa dipojokkan karena hanya partai ini yang disebut terlibat dalam kasus tersebut. Namun, Fahri
tidak menyangkal adanya keterlibatan orang lain, bahkan ada partai lain yang terlibat dan berhubungan dengan Ahmad Fathanah (AF). 
 
“Fathanah itu kan diserahkan ke KPK, saya tantang KPK buka semua rekening yang mengalir (dari rekening Fathonah),” ujarnya di DPP PKS, Minggu (12/5/2013). 

Menurut dia, Fathanah adalah makelar dan rekeningnya mengalir kemana-mana. “Kalau dikaitkan di PKS, ada pengalihan rekayasa. Ini sudah keluar dari penegakan hukum,” tambahnya. 

Ahmad Fathanah merupakan nonkader PKS yang banyak dekat dengan petinggi-petinggi partai tersebut. Nama Ahmad Fathanah sendiri mulai mencuat sejak dirinya tertangkap tangan menyerahkan uang Rp10 juta kepada seorang mahasiswi di Hotel Le Meridien, Sudirman, Jakarta Selatan. [sn/bp]

Senin, 13 Mei 2013

DPR Setuju BBM Naik, Tidak Setuju Kompensasi BLSM

Wartadakwah.com - Jakarta. Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah telah mengundang pimpinan DPR untuk mensosialisasikan kompensasi terhadap rakyat miskin.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (13/5), melakukan rapat konsultasi dengan pimpinan DPR-RI membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2013. Dalam rapat pemerintah dan DPR sepakat harga bahan bakar minyak (BBM) perlu dinaikkan agar tidak membebani anggaran.
“Mengenai kenaikan BBM sudah tidak ada yang ragu, tidak ada yang tidak setuju. Sudah oke semua. Tinggal sekarang ini, karena akan berefek pada anggaran, maka akan diajukan dalam APBN-P,” kata Menteri ESDM Jero Wacik, seusai mendampingi Presiden SBY dalam rapat konsultasi dengan pimpinan DPR, di Kantor Presiden, Senin (13/5) pagi.

Namun sejumlah fraksi di DPR masih menentang bentuk kompensasi yang diajukan pemerintah.
Sikap fraksi koalisi juga terpecah tentang bentuk kompensasi kenaikan harga BBM itu. Fraksi Demokrat dan Golkar setuju dengan kompensasi berupa bantuan langsung sementara masyarakat.

Namun, fraksi PPP, PKB dan PKS menolak. Mereka menyarankan pemerintah menyalurkan kompensasi untuk pembangunan infrakstruktur.

Sementara itu, fraksi PDI Perjuangan dan Hanura menolak kenaikan harga BBM serta bentuk kompensasi yang ditawarkan pemerintah. Rencananya pemerintah segera mengajukan usulan RAPBN Perubahan 2013 ke DPR.

Lobi politik terus dilakukan dalam rapat Setgab Koalisi yang akan digelar malam nanti. Pemerintah berupaya mengusulkan wacana BLSM selama dua hingga tiga bulan mendatang.

Rapat koordinasi dihadiri oleh pimpinan DPR, Ketua DPR Marzuki Alie dan empat wakil ketua, yakni Priyo Budi Santoso, Pramono Anung, Mohamad Sohibul Iman, dan Taufik Kurniawan. Sedangkan Presiden SBY didampingi Wapres Boediono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, dan Wamenkeu Anny Ratnawati.




Menurut rencana, besok (14/5) RAPBN Perubahan 2013 akan diserahkan untuk dibahas bersama DPR. Sesuai mekanisme, pembahasan ini akan memakan waktu sebulan, tapi pemerintah berharap tiga pekan, sehingga awal Juni RAPBN-P tersebut sudah bisa disahkan.
“Pemerintah mengharapkan kepada DPR untuk membahas dengan segera. Kalau sesuai ketentuan, selama 1 bulan. (Tapi) pemerintah mengharapkan bisa diselesaikan dalam tiga minggu sehingga awal Juni sudah bisa disahkan,” kata Ketua DPR-RI Marzuki Alie dalam keterangan pers usai rapat.

Menurut dia pengajuan RAPBN-P 2013 ini dilakukan karena ada asumsi-asumsi makro ekonomi yang berubah. “Saya kira masyarakat tahu bahwa harga BBM saat ini sudah sangat membebani pemerintah karena subsidinya meningkat dengan tajam,” Marzuki menambahkan. (fj/smc/mtn/dkw)

Minggu, 12 Mei 2013

Amalan-amalan di Bulan Rajab

Wartadakwah.com - Segala puji bagi Allah Rabb Semesta Alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan para pengikut beliau hingga akhir zaman. Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Ta’ala karena pada saat ini kita telah memasuki salah satu bulan haram yaitu bulan Rajab. Apa saja yang ada di balik bulan Rajab dan apa saja amalan di dalamnya? Insya Allah dalam artikel yang singkat ini, kita akan membahasnya. Semoga Allah memberi taufik dan kemudahan untuk menyajikan pembahasan ini di tengah-tengah pembaca sekalian.

Rajab di Antara Bulan Haram
Bulan Rajab terletak antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. Bulan Rajab sebagaimana bulan Muharram termasuk bulan haram. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Qs. At Taubah [9] : 36)

Ibnu Rajab mengatakan, “Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuataran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.” (Latho-if Al Ma’arif, 202)

Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.

Di Balik Bulan Haram
Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna.
Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Maysir, tafsir surat At Taubah ayat 36)

Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” (Latho-if Al Ma’arif, 214)
Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)

Bulan Haram Mana yang Lebih Utama?
Para ulama berselisih pendapat tentang manakah di antara bulan-bulan haram tersebut yang lebih utama. Ada ulama yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Rajab, sebagaimana hal ini dikatakan oleh sebagian ulama Syafi’iyah. Namun An Nawawi (salah satu ulama besar Syafi’iyah) dan ulama Syafi’iyah lainnya melemahkan pendapat ini. Ada yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Muharram, sebagaimana hal ini dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri dan pendapat ini dikuatkan oleh An Nawawi. Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Dzulhijjah. Ini adalah pendapat Sa’id bin Jubair dan lainnya, juga dinilai kuat oleh Ibnu Rajab dalam Latho-if Al Ma’arif (hal. 203).

Hukum yang Berkaitan Dengan Bulan Rajab
Hukum yang berkaitan dengan bulan Rajab amatlah banyak, ada beberapa hukum yang sudah ada sejak masa Jahiliyah. Para ulama berselisih pendapat apakah hukum ini masih tetap berlaku ketika datang Islam ataukah tidak. Di antaranya adalah haramnya peperangan ketika bulan haram (termasuk bulan Rajab). Para ulama berselisih pendapat apakah hukum ini masih tetap diharamkan ataukah sudah dimansukh (dihapus hukumnya). Mayoritas ulama menganggap bahwa hukum tersebut sudah dihapus. Ibnu Rajab mengatakan, “Tidak diketahui dari satu orang sahabat pun bahwa mereka berhenti berperang pada bulan-bulan haram, padahal ada faktor pendorong ketika itu. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sepakat tentang dihapusnya hukum tersebut.” (Lathoif Al Ma’arif, 210)

Begitu juga dengan menyembelih (berkurban). Di zaman Jahiliyah dahulu, orang-orang biasa melakukan penyembelihan kurban pada tanggal 10 Rajab, dan dinamakan ‘atiiroh atau Rojabiyyah (karena dilakukan pada bulan Rajab). Para ulama berselisih pendapat apakah hukum ‘atiiroh sudah dibatalkan oleh Islam ataukah tidak. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa ‘atiiroh sudah dibatalkan hukumnya dalam Islam. Hal ini berdasarkan hadits Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ فَرَعَ وَلاَ عَتِيرَةَ

“Tidak ada lagi faro’ dan ‘atiiroh.” (HR. Bukhari no. 5473 dan Muslim no. 1976). Faro’ adalah anak pertama dari unta atau kambing, lalu dipelihara dan nanti akan disembahkan untuk berhala-berhala mereka.

Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Tidak ada lagi ‘atiiroh dalam Islam. ‘Atiiroh hanya ada di zaman Jahiliyah. Orang-orang Jahiliyah biasanya berpuasa di bulan Rajab dan melakukan penyembelihan ‘atiiroh pada bulan tersebut. Mereka menjadikan penyembelihan pada bulan tersebut sebagai ‘ied (hari besar yang akan kembali berulang) dan juga mereka senang untuk memakan yang manis-manis atau semacamnya ketika itu.” Ibnu ‘Abbas sendiri tidak senang menjadikan bulan Rajab sebagai ‘ied.

‘Atiiroh sering dilakukan berulang setiap tahunnya sehingga menjadi ‘ied (sebagaimana Idul Fitri dan Idul Adha), padahal ‘ied (perayaan) kaum muslimin hanyalah Idul Fithri, Idul Adha dan hari tasyriq. Dan kita dilarang membuat ‘ied selain yang telah ditetapkan oleh ajaran Islam. Ada sebuah riwayat,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَنْهَى عَن صِيَامِ رَجَبٍ كُلِّهِ ، لِاَنْ لاَ يَتَّخِذَ عِيْدًا.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada seluruh hari di bulan Rajab agar tidak dijadikan sebagai ‘ied.” (HR. ‘Abdur Rozaq, hanya sampai pada Ibnu ‘Abbas (mauquf). Dikeluarkan pula oleh Ibnu Majah dan Ath Thobroniy dari Ibnu ‘Abbas secara marfu’, yaitu sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Intinya, tidaklah dibolehkan bagi kaum muslimin untuk menjadikan suatu hari sebagai ‘ied selain apa yang telah dikatakan oleh syari’at Islam sebagai ‘ied yaitu Idul Fithri, Idul Adha dan hari tasyriq. Tiga hari ini adalah hari raya dalam setahun. Sedangkan ‘ied setiap pekannya adalah pada hari Jum’at. Selain hari-hari tadi, jika dijadikan sebagai ‘ied dan perayaan, maka itu berarti telah berbuat sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam Islam (alias bid’ah).” (Latho-if Al Ma’arif, 213)
Hukum lain yang berkaitan dengan bulan Rajab adalah shalat dan puasa.

Mengkhususkan Shalat Tertentu dan Shalat Roghoib di bulan Rajab
Tidak ada satu shalat pun yang dikhususkan pada bulan Rajab, juga tidak ada anjuran untuk melaksanakan shalat Roghoib pada bulan tersebut.

Shalat Roghoib atau biasa juga disebut dengan shalat Rajab adalah shalat yang dilakukan di malam Jum’at pertama bulan Rajab antara shalat Maghrib dan Isya. Di siang harinya sebelum pelaksanaan shalat Roghoib (hari kamis pertama bulan Rajab) dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Jumlah raka’at shalat Roghoib adalah 12 raka’at. Di setiap raka’at dianjurkan membaca Al Fatihah sekali, surat Al Qadr 3 kali, surat Al Ikhlash 12 kali. Kemudian setelah pelaksanaan shalat tersebut dianjurkan untuk membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebanyak 70 kali.

Di antara keutamaan yang disebutkan pada hadits yang menjelaskan tata cara shalat Raghaib adalah dosanya walaupun sebanyak buih di lautan akan diampuni dan bisa memberi syafa’at untuk 700 kerabatnya. Namun hadits yang menerangkan tata cara shalat Roghoib dan keutamaannya adalah hadits maudhu’ (palsu). Ibnul Jauzi meriwayatkan hadits ini dalam Al Mawdhu’aat (kitab hadits-hadits palsu).

Ibnul Jauziy rahimahullah mengatakan, “Sungguh, orang yang telah membuat bid’ah dengan membawakan hadits palsu ini sehingga menjadi motivator bagi orang-orang untuk melakukan shalat Roghoib dengan sebelumnya melakukan puasa, padahal siang hari pasti terasa begitu panas. Namun ketika berbuka mereka tidak mampu untuk makan banyak. Setelah itu mereka harus melaksanakan shalat Maghrib lalu dilanjutkan dengan melaksanakan shalat Raghaib. Padahal dalam shalat Raghaib, bacaannya tasbih begitu lama, begitu pula dengan sujudnya. Sungguh orang-orang begitu susah ketika itu. Sesungguhnya aku melihat mereka di bulan Ramadhan dan tatkala mereka melaksanakan shalat tarawih, kok tidak bersemangat seperti melaksanakan shalat ini?! Namun shalat ini di kalangan awam begitu urgent. Sampai-sampai orang yang biasa tidak hadir shalat Jama’ah pun ikut melaksanakannya.” (Al Mawdhu’aat li Ibnil Jauziy, 2/125-126)

Shalat Roghoib ini pertama kali dilaksanakan di Baitul Maqdis, setelah 480 Hijriyah dan tidak ada seorang pun yang pernah melakukan shalat ini sebelumnya. (Al Bida’ Al Hawliyah, 242)

Ath Thurthusi mengatakan, “Tidak ada satu riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat ini. Shalat ini juga tidak pernah dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum, para tabi’in, dan salafush sholeh –semoga rahmat Allah pada mereka-.” (Al Hawadits wal Bida’, hal. 122. Dinukil dari Al Bida’ Al Hawliyah, 242)

Mengkhususkan Berpuasa di Bulan Rajab
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Adapun mengkhususkan bulan Rajab dan Sya’ban untuk berpuasa pada seluruh harinya atau beri’tikaf pada waktu tersebut, maka tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat mengenai hal ini. Juga hal ini tidaklah dianjurkan oleh para ulama kaum muslimin. Bahkan yang terdapat dalam hadits yang shahih (riwayat Bukhari dan Muslim) dijelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Dan beliau dalam setahun tidaklah pernah banyak berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban, jika hal ini dibandingkan dengan bulan Ramadhan.

Adapun melakukan puasa khusus di bulan Rajab, maka sebenarnya itu semua adalah berdasarkan hadits yang seluruhnya lemah (dho’if) bahkan maudhu’ (palsu). Para ulama tidaklah pernah menjadikan hadits-hadits ini sebagai sandaran. Bahkan hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya adalah hadits yang maudhu’ (palsu) dan dusta.”(Majmu’ Al Fatawa, 25/290-291)
Bahkan telah dicontohkan oleh para sahabat bahwa mereka melarang berpuasa pada seluruh hari bulan Rajab karena ditakutkan akan sama dengan puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana hal ini pernah dicontohkan oleh ‘Umar bin Khottob. Ketika bulan Rajab, ‘Umar pernah memaksa seseorang untuk makan (tidak berpuasa), lalu beliau katakan,

لَا تُشَبِّهُوهُ بِرَمَضَانَ

“Janganlah engkau menyamakan puasa di bulan ini (bulan Rajab) dengan bulan Ramadhan.” (Riwayat ini dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 25/290 dan beliau mengatakannya shahih. Begitu pula riwayat ini dikatakan bahwa sanadnya shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Adapun perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpuasa di bulan-bulan haram yaitu bulan Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, maka ini adalah perintah untuk berpuasa pada empat bulan tersebut dan beliau tidak mengkhususkan untuk berpuasa pada bulan Rajab saja. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 25/291)

Imam Ahmad mengatakan, “Sebaiknya seseorang tidak berpuasa (pada bulan Rajab) satu atau dua hari.” Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Aku tidak suka jika ada orang yang menjadikan menyempurnakan puasa satu bulan penuh sebagaimana puasa di bulan Ramadhan.” Beliau berdalil dengan hadits ‘Aisyah yaitu ‘Aisyah tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh pada bulan-bulan lainnya sebagaimana beliau menyempurnakan berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan. (Latho-if Ma’arif, 215)
Ringkasnya, berpuasa penuh di bulan Rajab itu terlarang jika memenuhi tiga point berikut:
  1. Jika dikhususkan berpuasa penuh pada bulan tersebut, tidak seperti bulan lainnya sehingga orang-orang awam dapat menganggapnya sama seperti puasa Ramadhan.
  2. Jika dianggap bahwa puasa di bulan tersebut adalah puasa yang dikhususkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana sunnah rawatib (sunnah yang mengiringi amalan yang wajib).
  3. Jika dianggap bahwa puasa di bulan tersebut memiliki keutamaan pahala yang lebih dari puasa di bulan-bulan lainnya. (Lihat Al Hawadits wal Bida’, hal. 130-131. Dinukil dari Al Bida’ Al Hawliyah, 235-236)
Perayaan Isro’ Mi’roj
Sebelum kita menilai apakah merayakan Isro’ Mi’roj ada tuntunan dalam agama ini ataukah tidak, perlu kita tinjau terlebih dahulu, apakah Isro’ Mi’roj betul terjadi pada bulan Rajab?
Perlu diketahui bahwa para ulama berselisih pendapat kapan terjadinya Isro’ Mi’roj. Ada ulama yang mengatakan pada bulan Rajab. Ada pula yang mengatakan pada bulan Ramadhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tidak ada dalil yang tegas yang menyatakan terjadinya Isro’ Mi’roj pada bulan tertentu atau sepuluh hari tertentu atau ditegaskan pada tanggal tertentu. Bahkan sebenarnya para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini, tidak ada yang bisa menegaskan waktu pastinya.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Ibnu Rajab mengatakan, “Telah diriwayatkan bahwa di bulan Rajab ada kejadian-kejadian yang luar biasa. Namun sebenarnya riwayat tentang hal tersebut tidak ada satu pun yang shahih. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada awal malam bulan tersebut. Ada pula yang menyatakan bahwa beliau diutus pada 27 Rajab. Ada pula yang mengatakan bahwa itu terjadi pada 25 Rajab. Namun itu semua tidaklah shahih.”

Abu Syamah mengatakan, “Sebagian orang menceritakan bahwa Isro’ Mi’roj terjadi di bulan Rajab. Namun para pakar Jarh wa Ta’dil (pengkritik perowi hadits) menyatakan bahwa klaim tersebut adalah suatu kedustaan.” (Al Bida’ Al Hawliyah, 274)
Setelah kita mengetahui bahwa penetapan Isro’ Mi’roj sendiri masih diperselisihkan, lalu bagaimanakah hukum merayakannya?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tidak dikenal dari seorang dari ulama kaum muslimin yang menjadikan malam Isro’ memiliki keutamaan dari malam lainnya, lebih-lebih dari malam Lailatul Qadr. Begitu pula para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik tidak pernah mengkhususkan malam Isro’ untuk perayaan-perayaan tertentu dan mereka pun tidak menyebutkannya. Oleh karena itu, tidak diketahui tanggal pasti dari malam Isro’ tersebut.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Begitu pula Syaikhul Islam mengatakan, “Adapun melaksanakan perayaan tertentu selain dari hari raya yang disyari’atkan (yaitu idul fithri dan idul adha, pen) seperti perayaan pada sebagian malam dari bulan Rabi’ul Awwal (yang disebut dengan malam Maulid Nabi), perayaan pada sebagian malam Rojab (perayaan Isro’ Mi’roj), hari ke-8 Dzulhijjah, awal Jum’at dari bulan Rojab atau perayaan hari ke-8 Syawal -yang dinamakan orang yang sok pintar (alias bodoh) dengan Idul Abror (ketupat lebaran)-; ini semua adalah bid’ah yang tidak dianjurkan oleh para salaf (sahabat yang merupakan generasi terbaik umat ini) dan mereka juga tidak pernah melaksanakannya.” (Majmu’ Fatawa, 25/298)

Ibnul Haaj mengatakan, “Di antara ajaran yang tidak ada tuntunan yang diada-adakan di bulan Rajab adalah perayaan malam Isro’ Mi’roj pada tanggal 27 Rajab.” (Al Bida’ Al Hawliyah, 275)

Catatan penting:
Banyak tersebar di tengah-tengah kaum muslimin sebuah riwayat dari Anas bin Malik. Beliau mengatakan, “Ketika tiba bulan Rajab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengucapkan,

“Allahumma baarik lanaa fii Rojab wa Sya’ban wa ballignaa Romadhon [Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan]“.”
Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad dalam musnadnya, Ibnu Suniy dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah. Namun perlu diketahui bahwa hadits ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if) karena di dalamnya ada perowi yang bernama Zaidah bin Abi Ar Ruqod. Zaidah adalah munkarul hadits (banyak keliru dalam meriwayatkan hadits) sehingga hadits ini termasuk hadits dho’if. Hadits ini dikatakan dho’if (lemah) oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma’arif (218), Syaikh Al Albani dalam tahqiq Misykatul Mashobih (1369), dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Takhrij Musnad Imam Ahmad.

Demikian pembahasan kami mengenai amalan-amalan di bulan Rajab dan beberapa amalan yang keliru yang dilakukan di bulan tersebut. Semoga Allah senantiasa memberi taufik dan hidayah kepada kaum muslimin. Semoga Allah menunjuki kita ke jalan kebenaran.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Selesai disusun di Wisma MTI
***
Muhammad Abduh Tuasikal/eramuslim.com